Monday, August 9, 2010

PETANI TEMBAKAU 'mengejar' MATAHARI


Cuaca mendung di kawasan Sindoro-Sumbing Kabupaten Temanggung menyebabkan petani di kawasan tersebut harus 'mengejar' matahari hingga jauh dari rumah mereka. Sebab, bila tak mengejar panas matahari, bisa dipastikan petani tidak memiliki tembakau berkualitas.
sejumlah petani tembakau Tlahab kecamatan Kledung mengakupihaknya harus mengejar matahari untuk mengeringkan tembakau yang telah dirajang, mengingat daun sudah difermentasikan(diimbu)selama beberapa hari,"kalau tidak dirajang maka akan menguning atau terlalu matang, sehingga tidak akan sesuai dengan permintaan pabrik,"kata Sudarno petani tembakau asal Kledung,Sabtu(7/8).
karena cuaca di wilayah Temanggung mendung, lantas tembakau rajangan tersebut dijemur di kecamatan lain."untuk itu juga memerlukan ongklos angkut. Namun biasanya ongkos angkut dibayar pada akhir masa panen,"kata Sudarno.Dia juga menjelaskan untuk mengangkut tembakau rajangan yang akan dijemur itu memerlukan ongkos berkisar Rp.1,5juta hingga Rp.3juta permusim.
sementara pembelian tembakau dari pabrikan masih menunggu petani merajang daun tembakau.Tetapi pada prinsipnya pabrikan tetap melakukan pembelian."hampir semua pabrikan rokok di Temanggung umumnya akan membeli tembakau asal daerah Temanggung secara selektif, mengingat cuaca yang buruk di awal masa tanam,"jelas Rumantyo, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung. sementara jenis tembakau yang bakal dibeli adalah totol(grade) C dan D. namun saat ini totol A dan B yang berwarna hijau telah terlewat.

sumber : Kedaulatan Rakyat

No comments:

Post a Comment

Post a Comment